fuck yeah

September 3rd, 2009
Posted in tentang aku
No Comments

memandangmu,
serasa menatap langit.
menyilaukan di siang terik
mengeruhkan hati disaat mendung
membuat gelisah di malam gelap
dan saat aku rebahkan diri,
perlahan dalam bayang
energi berlimpah disekelilingku
begitu bebas menyusup menyelinap kesana kemari
disetiap lubang,
serasa jutaan jarum menusuk pori pori tubuh
membentuk butiran energi, sedikit demi sedikit
mengalir
sebentar liar
seiring dengan tarikan nafas
diantara degup jantung yang semakin pelan
irama yang semakin mantap
serasa tenggelam dalam lautan bahagia
semakin terang
seakan aku dapat melihat dengan sekujur tubuh
sungguh menyegarkan.

end of a football season

May 20th, 2009
Posted in Uncategorized
No Comments

dan musim ini sudah berakhir sebelum peluit penghabisan di pertandingan terakhir dibunyikan
seperti musim musim lalu di dekade ini, pemenangnya adalah tim yang paling mengerti bagaimana cara memenangkan satu pertandingan, bukan tim yang paling mengerti bagaimana cara untuk tidak kalah.
rupanya di kancah liga inggris ini sang kakek sir alex ferguson-lah yang paling mengerti cara untuk menang.
selama sang kakek masih bertahta,
selama dia masih memilih untuk bermain dengan anak didiknya daripada cucu-cucunya
selama dia masih lebih suka meng-hairdryer rambut pemainnya di kamar ganti dengan teriakannya daripada mengeringkan rambutnya sendiri,
selama dia masih bisa meloncat dari kursinya saat tiap peluang untuk mencetak gol datang,
selama sorot matanya masih berbinar-binar menikmati hasil kerjanya dari menit ke menit,
selama otot jantungnya masih kuat menerima dentuman adrenalin yang dipicu oleh pertandingan2 itu
dialah kunci dari semua prestasi yang sudah dicapai MU selama ini.
tanpa dia,takkan ada sepakbola dengan semangat spartan yang selama ini selalu menjadi kunci kemenangan mereka.
semangat yang membuat pemaen semacam fletcher, carrick , o’shea bisa bersinar,padahal kemampuan teknik mereka hanyalah sedikit di atas rata2.
semangat yang membuat ronaldo jadi begitu menggila,
yang membuat rooney dan teveZ jadi begitu ngotot, dsb.
aku rasa,
masih sulit bagi tim-tim lainnya untuk melengserkan MU dari tahta liga inggris.
how bout my team ?
liverpool secara statistik adalah tim yang paling sedikit menelan kekalahan,
tim yang mempunyai selisih gol paling banyak,
dengan strategi hebat yang dibenci tim tim lawan mereka.
bagaimana tidak kelihatan membosankan bagi tim lawan jika mereka selalu kesulitan untuk merebut atau mematahkan aliran bola yang selalu mengalir dari kaki ke kaki dengan passing rate di atas rata - rata?
di tahun ini, kami lebih banyak mencetak gol , hal yang menjadi keluhan di musim-musim sebelumnya.
kami sudah belajar bagaimana cara untuk tidak kalah,
kami sudah mengerti bagaimana cara untuk mengejar ketertinggalan,
kami sudah tahu bagaimana cara untuk menang melawan tim-tim sekelas,
kami hanya belum mengerti cara membongkar pertahanan tim-tim yang menaruh 9 org pemainnya di garis pertahanan
kami juga belum menemukan set-piece dan sistem yang tepat untuk menghadapi bola-bola mati.
mental pemaen mungkin belum siap untuk menduduki posisi yang sekarang ini
dan mungkin di saat mencapai puncak klasemen,saat kami bersorak sorai merayakan kemenangan semu itu, kaki kami masih gemetar setengah tak percaya .
semoga di musim depan jadi terbiasa.
setelah nyaris kekuasaan diserahkan ketangannya, sekarang semua ada di pundak rafa
segala teknis strategi yang cocok sudah dikuasai, segala dana yang diperlukan untuk mendapatkan pemaen yang cocok untuk strategi itu sudah disetujui.
amunisi disiapkan, pasukan dilatih, mental diasah,intelijen dan pemandu bakat siap bergerak, medan tempur sudah ok,
aku pikir,
sekarang tinggal tunggu waktunya
kapan sang kakek memutuskan untuk bermain bersama cucu-cucunya.

ngisi lagi

April 28th, 2009
Posted in Uncategorized
No Comments

aku tidak tahu sampai seberapa dekat aku mampu dekat dengannya
seperti kemarin
saat kami berjalan menyusuri garis pantai
mengamati garis batas air dan jejak di atas pasir
aku nyaris berharap dia akan pura pura tergelincir
agar aku dapat mengulurkan tanganku kepadanya
menantikan angin laut yang ntah kenapa tak kunjung datang
dan jika saat yang dinantikan itu tiba
aku nyaris berharap dia akan pura pura menggigil
agar aku dapat meletakkan tanganku dipundaknya
seperti dulu
mungkin aku sedang mendambakan sentuhan
mungkin aku sedang menghayati setiap detik
dimana aku bisa mencuri pandang ke arah matanya
mencoba mengeja setiap kata yang keluar dari bibirnya
mungkin dia menyadari semua itu
dan bahkan mungkin juga dia sedikit mengharapkannya
tapi bagiku bukan hal yang nyaman untuk menginginkan itu lagi
dan jika ada suatu ide yang terlintas dipikiranku saat ini
aku pasti akan melakukannya dengan sepenuh hati
tapi hal itu tidak ada untuk saat ini
dan untunglah,
aku masih bisa menikmatinya
aku hanya tidak tahu sampai seberapa dekat aku mampu dekat dengannya

kemenangan minggu sore

February 22nd, 2009
Posted in bola
1 Comment

akhirnya menang dengan bagus.
belon pernah kulihat ada tim sesial persitara jakut di sore ini.
2 penalti gagal, satu peluang one on one bisa dimentahkan, satu tembakan kena tiang,
kayaknya seperti yang sering aku bilang ke temenku klo mereka maen jelek,
rupanya belon keramas setelah abis “maen”… sial :D tapi memang
sore ini adalah penampilan terbaik persiba di musim ini.
setelah tampil tidak meyakinkan diparuh pertama,
dengan membawa korban seorang peter butler,
akhirnya muncul juga pola permainan idaman.
kepercayaan diri mulai muncul, aliran bola mulai lancar,
musafri mulai menggeliat lagi,
kalopun masih muncul salah umpan, salah kontrol, dan salah salah yg laen,
ya memang sebegitulah kemampuan dasar pemaen sepakbola kita…
smoga bisa dipertahankan, smoga tidak ada yang cedera lagi.

bola lagi

February 21st, 2009
Posted in bola, tentang aku
No Comments

menyenangkan sekali

ngeliat orang orang tua berebut bola

setelah seminggu kerja

berebut piring nasi

dia sudah pulang

February 14th, 2009
Posted in lain-lain
1 Comment

nenekku baru saja pulang ke’rumah’.

setelah sekian lama menjalani ‘hidup baru’. seumur hidup dia tidak pernah tinggal diluar tanah kelahirannya. dan pada tahun2 terakhir kehidupannya dia harus hidup jauh dari kampungnya di tempat yang mungkin cuma dia kenal dari namanya ditengah orang2 yang tidak pernah dikenalnya. ironis.

aku tidak tahu apakah aku harus menyesali ketidakmampuan kami untuk merawat dia, paling tidak aku rasa aku belum cukup melakukan sesuatu untuk membalas segala jasa  yang telah dia kerjakan untuk keluargaku. dialah yang mengerjakan segala jenis domestic works di rumah… kelihatannya apa yang dikerjakannya sepele, tapi bisa dibilang, dia pahlawan tanpa tanda jasa bagi kami, bagi adikku yg sangat dimanjanya…

aku tidak tahu apakah dia dapat menikmati hidup di panti, jauh dari rumah, dirawat , berbagi cerita, bahkan berkelahi , dengan orang orang tak dikenal… semoga dia dapat merasakan kegembiraan, kebersamaan, sedikit kemewahan, paling tidak, positive thinking aja, dia merasakan bagaimana dilayani setelah selama hampir seumur hidup dia melayani kami, semoga dia merasa seperti di hotel yang serba bersih, serba rapi, teratur, tanpa harus ngerjain semua sendiri…

seandainya bisa, seandainya memori yang ada masih utuh, bukan hanya penggalan kisah2 terdahulunya, seandainya dirinya masih mengenal aku , masih ingat siapa aku, aku pasti akan tanyakan gimana rasanya tinggal di panti. siapa tahu begitu nyamannya hidup disitu hingga membuat aku pengen juga nanti kalo tua tinggal disitu, tanpa membebani orang di sekitarku, yang penting semua ada yang ngurus, semua ada yang ngatur, terima bersih, serasa di hotel tinggal bayar, so pragmatis :D
dan sekarang dia sudah check-in di hotel lain.

aku yakin, sebab ada tertulis : di rumahNya banyak tempat tinggal, dan Dia telah datang untuk menunjukkan pada kita. aku percaya, ada kamar tersedia untuk dia, karena toh jika kamar sudah penuh, dengan begitu banyak suara mendoakannya, masa Dia tidak tergerak untuk membukakan kamar untuknya ?:D

fuel of life

February 14th, 2009
Posted in tentang aku
1 Comment

saat sekali lagi aku musti menyanyikan lagu kebangsaan…
when i walk thru a storm…when i’m afraid of the dark and i can’t hold my head up high…

setelah pembenaman diri
mengaduk lumpur hati
dan kekeruhan mulai mengendap
pemurnianpun terungkap
seteguk kesadaran
sangatlah menyegarkan
bukan dari hasil teori
apalagi buku buku motivasi

aku butuh Tuhan sebagai penggerak
aku butuh cinta sebagai bahan bakar
aku butuh kebencian sebagai pelumasnya
aku butuh Tuhan
untuk menjalankan mesin kehidupan
aku butuh kebencian
untuk memastikan bahwa hidupku berjalan tanpa penyesalan
aku butuh cinta
untuk memastikan bahwa aku baik baik aja

selalu begitu.
ketentraman yang diberikanNya setelah badainya reda, pencerahan yang muncul setelah itu,resolusi yang datang menyusul, menyebalkan memang. but “life goes on when you miles away” begitu kata band rock taun 90 an.
resolusi kali ini ?
saat tidak ada cinta yang tersedia buatmu dari dunia ini, mintalah kepada sumber cinta, maka kamu akan diberi.dan yang sedikit mengagetkan, setelah diselidiki dengan sedikit hikmat, kebencian membuatku mencapai taraf hidup yang lebih baik.
karena benci akan kekurangan, aku akan mencari lebih
karena benci akan kekalahan, aku akan mencoba untuk menang
karena benci akan seseorang, aku akan mencari orang laen
karena benci akan kerja keras, aku akan bekerja lebih pintar
karena benci akan keberhasilan orang laen, aku akan mencoba berhasil
dst.
someday maybe someday, i’ll find out that i was wrong.
tapi sekarang, sepertinya aku tidak akan menyesal.

sudah menjadi biasa

February 8th, 2009
Posted in tentang dia
1 Comment

seperti biasa
selalu ada jawaban disana
membuatku tak dapat melarikan diri darimu

seperti biasa
selalu ada tawa yang kau suguhkan
membuatku mampu menghabiskan malam sendirian

kau beri jawaban yang bagus, bukan yang terindah
kau suguhkan hidangan yang enak, bukan yang termahal
kau beri itu semuanya, cukup.
and I won’t share myself with you.

the wiro

February 6th, 2009
Posted in lain-lain
1 Comment

Tidak setiap saat disadari

betapa kuatnya rantai logika

hingga bisa memenjarakan pikiran

diikatnya imajinasi sampai tak bisa lari

ibarat rumput dipadang, logika tumbuh demikian tinggi

begitu tinggi,

hingga imajinasi tak mampu melompatinya

begitu rapat,

hingga imajinasi tak bisa melihat cakrawala

betapa menyedihkan

jika imajinasi yang notabene adalah pemakan rumput nyaris mati di tengah padang

loepa

February 1st, 2009
Posted in tentang aku
1 Comment

aku lupa
gimana caranya tidur siang
gimana nikmatnya tiada tekanan
betapa indahnya mentari sore hari
betapa segarnya angin senja
atau bau rumput lapangan merdeka

gimana caranya tidur siang
jika pisau tajam selalu mengejarmu
gimana menikmati hidup
jika kerikil selalu menghujam tiap langkahmu
dimana bisa melihat mentari
jika tembok dan asap tebal selalu melingkari

saat aku dambakan angin senja
kaca hitam yang menyelimutiku
saat aku merindukan bau rumput
bau kertas membungkamku

( keluh )