babel.
2 kali nyewa pelem ini, 2 kali aku memutuskan untuk tidak menyelesaikannya.
buset dah.too painfull.so much pain in this fuckin movie. kalo di 21 grams mungkin kegilaan sutradaranya masih bisa dicerna dan direnungkan.but disini, it was intolerable.begitu banyak pertanyaan membombardir batin selama durasi pelem. mengapa?mengapa?mengapa?
mengapa bapak itu memberi senapan itu ke anaknya?
mengapa anaknya menembakkan senapan itu ke bis turis yang lewat?
mengapa istri bradpitt yang kena, bukan orangtua yang hampir mati, atau orangtua cerewet didekatnya?
mengapa orang jepang ? bukan orang amerika, atau orang maroko?
mengapa pengasuh anak mereka membawa anak anak itu ke pesta perkawinan anaknya?
mengapa ibunya memaksa untuk pulang malam itu juga?
mengapa keponakannya musti melarikan diri saat ditahan polisi perbatasan?
mengapa ? mengapa ? mengapa ?
mungkinkah dalam kehidupan sehari-hari, ada begitu banyak mengapa yang tidak terjawab?
atau jika dipikir lebih lanjut, berapa besar kontribusi pengambilan keputusan, penentuan pilihan,tindakan sadar kita, dalam perjalanan hidup kita ? apakah lebih besar dari keputusan yang diambil orang lain, pilihan yang diambil orang lain, atau tindakan orang lain ? ataukah sebaliknya ?
ayub pernah menanyakan hal ini ke Tuhan, dan apa jawabNya ?
demikianlah firman Tuhan :
Kemudian dari dalam badai TUHAN berbicara kepada Ayub, demikian:
"Siapa engkau, sehingga berani meragukan hikmat-Ku dengan kata-katamu yang bodoh dan kosong itu?
Sekarang, hadapilah Aku sebagai laki-laki, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan ini.
Sudah adakah engkau ketika bumi Kujadikan? Jika memang luas pengetahuanmu, beritahukan!
Siapakah menentukan luasnya dunia? Siapakah membentangkan tali ukuran padanya? Tahukah engkau jawabannya?
Bagaimanakah tiang-tiang penyangga bumi berdiri teguh? Siapa meletakkan batu penjuru dunia dengan kukuh, pada waktu bintang-bintang pagi bernyanyi bersama dan makhluk-makhluk surga bersorak-sorak gembira.
Siapakah menutup pintu untuk membendung samudra ketika dari rahim bumi membual keluar airnya?
Akulah yang menudungi laut dengan awan dan membungkusnya dengan kegelapan.
Aku menentukan batas bagi samudra dan dengan pintu terpalang Aku membendungnya. Kata-Ku kepadanya, ‘Inilah batasnya. Jangan kaulewati! Di sinilah ombak-ombakmu yang kuat harus berhenti.’
(sengaja diambil beberapa ayat doang.)
some of you say,"Joy is greater than sorrow," and others say,
"No,sorrow is the greater."
But I say unto you, they are inseparable.
together they come, and when one sits alone with you at your board,
remember that the other is asleep upon your bed.