pilkada kaltim hari ini.
usai sudah panggung hiburan rakyat,obral janji,bagi bagi kaos, pameran baliho guede,jutaan pamflet bahkan tabloid,arak2 an pawai pemborosan BBM,rapat-rapat konsolidasi atur strategi bla bla bla …
gak tau mo menang AFI,nusahebat,ahad,julu,kdi,american idol whateva.
blon lagi yang buat bupati PPU…
yg jelas … sdh selesai.
to me,
I don’t believe in democrazy.
Definitely,it is not effective.
it is not the answers of our problems.
It is nonsense from any point of views, untuk saat ini.
ntah buat 5 thn lagi, 10 tahun lagi,
saat para orangtua sisa sisa orba sudah dihapus dr muka bumi percaturan politik dalam negeri,
saat para kontraktor and sponsor para calon sudah jadi kakek2 kehabisan energi dan ambisi buat menang yg ujungnujungnya biar dapet proyek,dan penerusnya gak seganas para pendahulunya,
saat jualan parpol gak laku lagi karena sudah terbukti kalo janji janjinya dan tokoh tokohnya gak bisa diarepin
saat orang gak perlu bayar jujuran ke parpol 60 M buat jadi cagub cawagub,
saat orang2 yang merasa “berjasa” kepada daerahnya tidak minta “tanda jasa”,
saat rakyat sudah pintar memilih, bukan berdasarkan hati karena hati sudah dicemari jargon jargon parpol dsb, tapi karena kebutuhan sandang,pangan,papan, kesejahteraan, kemajuan daerah, kejayaan negeri !!
wow.
gak nyangka ini keluar dari orang yang ngerasa kalo diem diem dirinya adalah seorang anarchist,orang yang mendambakan sosok seperti ridwan suwidi, yang gak punya modal,gak ada sponsor kuat buat jadi bupati,bener2 dipilih rakyat karena dia merakyat,pas sudah jadi bupati banyak acara jalan-jalan keluar masuk hutan buat ketemu rakyatnya,suka bagi bagi rejeki ke warga miskin,banyak musuh,banyak kebijakan gak masuk akal, banyak nyusahin anak buahnya,banyak kekurangan, tapi yang jelas, dia membawa perubahan.
but i love this city, i love this country, deep down inside, lock up with bolts and chains, waiting to be release,please God help me.