happy christmas
natal.
masi dengan pemikiran yang sama. bahwa tidak ada salju di nazareth sana. apalagi santa claus. mungkin yesus sendiri tidak pernah ngeliat pohon cemara.apalagi rusa rusa. trus buat apa dirayain dengan cara seperti itu?
kebimbangan sempat melanda.haruskah aku pergi ke gereja? tempat orang mencoba bersukaria melalui urutan liturgi yang sama, membaca doa yang sama, menyanyikan lagu yang sama, yang membuatnya nyaris tak bermakna, menjadi kebiasaan belaka ?
akhirnya, dengan memantapkan hati aku bangun pagi pagi mencari tempat yang mungkin berkenan di hati. tergerak juga hatiku melihat ratusan orang menyuarakan nyanyian pujian sekeras mungkin, wajah wajah cantik menari sepenuh hati, meneriakkan kata kata dalam bahasa yang tidak dimengerti bahkan mungkin oleh dirinya sendiri…
Sesaat aku putuskan, aku tidak ingin pulang dari tempat itu tanpa membawa sesuatu, dan seperti biasa, Dia menjawabku. KuasaNya menyentuhku. tepat dibagian dimana aku ingin disentuh. Puji Tuhan, pencarianku tidak sia sia. aku bisa pulang tanpa sesal,pergi dengan hati penuh.
ngeliat tumpukan sms di kotak, ada beberapa biji ucapan disana. kata yg hampir sama, beberapa dari orang tak dikenal, beberapa dari orang yang tak diharap dan dari ‘yang tak berani diharapkan’. a serendipity
ngeliat beberapa miscall, beberapa nomor tak kukenal menggodaku untuk memencetnya… ada teman yang sudah aku lupakan,ada saudara jauh yang seumur hidup tidak pernah aku kenal… dan dari orang yg pernah aku impikan untuk menjadi orangtua pengganti buatku…
“bagaimana kabarnya nak andri? ibu kemarin sudah bilang ke bapak, kalo si andri nggak nelpon maka kitalah nanti yang nelpon…”" buat bapak, engkau adalah anakku, yang ada dihati bapak cuma engkau, bukan yang lain…” ” wah… sebegitunya kah ? pikirku sambil nyaris berkaca-kaca. mungkin aku sudah lupa gimana rasanya memeluk anaknya, tapi aku gak bisa melupakan pelukan bapaknya, usapan tangannya dikepalaku, atau tepukan tangan adiknya di punggungku. mungkin aku bisa ngelupain senyumnya, tapi sekarang ini senyum ibunyalah yang terbayang… ” bagaimanapun juga, meski Tuhan punya rencana lain, kamu sudah menjadi anak kami…” pernyataan yang cukup menggembirakan.
mungkin inilah mengapa di’ada’kan hari raya. mungkin inilah inti natal itu. berbagi sukacita.
at least i am happy.
thank god ![]()
December 26th, 2008 at 8:47 am
at least…
December 27th, 2008 at 11:05 am
Congrats, I’m glad to read this one. DIA memang bekerja dengan caranya yg unik dan unpredictable, semoga yang kemarin itu benar-benar yang namanya “Kasih Natal”. Anyway, maap kalau sms ku ga diharapkan bwahahaha