motion picture soundtrack
January 23rd, 2009 January 23rd, 2009 Posted in lain-lainNo Comments
|
||||||
|
||||||
|
||||||
|
||||||
melihatmu lagi
nyaris tak terduga
ternyata aku merindukanmu
begitu nyata
begitu jelas
begitu dekat
karena dengan hati aku melihatmu
dan dengan rasa aku memegangmu
dalam bayang aku menghampirimu
hanya saat aku mencoba menginginkanmulah
rasa menjadi sirna
keinginan ditenggelamkan
impian terkubur
karena itu, ya begitulah.
jika Dia bicara dan aku tidak siap mendengar
maka aku pasti akan kehilangan
aku kehilangan cintaNya
yang membuat aku bisa mencintai
dan jika aku tidak bisa mencintai sesuatu yang kelihatan
bagaimana aku dapat menemukan sesuatu yang tidak kelihatan ?
Sometimes you lead
Sometimes you follow
Sometimes you are stifled
Sometimes you breathe easy
Sometimes you are strong
Sometimes you are weak
Sometimes you destroy
And sometimes you are destroyed.
I’m in the brink of destruction.
If you understand others you are smart. but now i’m dumb.
If you understand yourself you are illuminated. but now i’m gloomy.
If you overcome others you are powerful. but now i’m fading.
If you overcome yourself you have strength. but now i’m under the way.
If you know how to be satisfied you are rich. but now i’m poor.
If you don’t lose your objectives you can be long-lasting. but now i’m out of focus.
If you can act with vigor, you have a will. but now i only wanna give it up and get some rest.
almost perfect isn’t it?
apakah kegelisahan adalah teman kegelapan
seperti bayangan adalah teman dari terang ?
pertanyaanku menggema seperti nyanyian di kamar mandi.
aku berlari sepanjang hari
tidak ada yang kutemui
aku berteriak setiap ada kesempatan
tidak ada jawaban
sekian hari mencari
sekian waktu menunggu
aku sudah lelah
aku sudah haus
ribuan keluhanku tidak terjawab.
butuh pengakuan bagaimanakah,
butuh penyesalan sedalam apa,
butuh ketaatan seperti apakah,
yang dapat menggerakkanMu ?
untuk menemaniku ( lagi )
untuk menyertaiku ( lagi )
untuk bersendagurau denganku ( lagi )
…
ngeliat penampilannya hampir setengah tahun ini, emang menggemaskan.
dibeli dengan harga 20 jutaan, orang tentu ngarepin penampilan meledak-ledak, teknik tinggi, semangat meluber, paling tidak seperti yang sudah dia perlihatkan sewaktu membela spurs bertahun-tahun. itu yang tidak dia perlihatkan sekarang ini. yang kelihatan adalah pemain grogi yang berlari kencang kesana kemari, berteriak-teriak minta bola, dan saat diberi kesempatan untuk nge-gol-in, selalu aja ada kesalahan yang dilakuin. kampungan memang. apalagi buat orang sekelas dia. terutama pertandingan kemarin lawan preston north end. bikin gatal tangan ini sampai-sampai aku ngerasa hal ini harus dikenang lewat blog ini.
seharusnya gak cuman 2 - 0. mungkin bisa 7,8,9, atau 10 - 0. beberapa kali peluang didepan gawang yang probabilitynya 90% gol dimentahkannya… ntah salah langkah, salah tendang, nendang gak kena… buset dah. sampai sempat terekam kamera si kiper jose reina senyum meringis saat ngeliat dia gagal nendang bola didepan gawang.” gue aja bisa robbie !” mungkin begitu pikir dia. mungkin dia bakal ketawa ngakak kalo gak inget didepannya duduk si boss mr rafa yang manyun muka nya. mungkin dia berpikir, gimana lagi caranya buat ngasi tau si robby ini biar kakinya bisa bener pas nendang bola didepan gawang… sungguh keterlaluan …
haruskah dia mengulang nasib kompatriotnya kayak si hadji diouf, cisse, heskey, bellamy, crouch yang begitu dominan di klub sebelumnya tapi melempem begitu main di klub ini ? apa ada semacam kutukan buat orang-orang macam mereka hingga mereka gak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka ? toh begitu mereka keluar dari liverpool, mereka regain their formability, yang notabene membuat mereka dihargai mahal ? semoga si robby ini tidak begitu. hargamu terlalu mahal untuk dijual diskon lagi.
semoga cepat sembuh, robbie.
aku melihat pria itu tertatih membawa kotak entah apa isinya . seperti biasa, selalu ada dorongan purba untuk menghentikan motor dan berkata : “mau ikut pak?” . sejenak orang tua itu terpana menatapku. setengah tak percaya karena ada orang gede dengan jaket kulit dan celana penuh debu pake helm berkaca item nawarin dia seperti itu, setengah bersyukur karena ada yang mau nawarin dia untuk naik motor butut sehingga dia tidak perlu menempuh jalan berbatu penuh debu sepanjang 10 km itu dengan jalan kaki…
“dari tadi saya nungguin truk ato mobil lewat pak” katanya lirih. ”waduh, mulai dah !” pikirku, teringat dulu kala dengan sikon yg hampir sama ( kalau sekarang kebun karet, dulu di kebun sawit… ) nawarin orang dengan ciri yg hampir sama, dan akhirnya selama hampir setengah jam aku harus dengerin kotbah tentang Jehova… saksi Jehova ditengah kebun sawit… ck ck ck… trus sekarang ini apa kira kira ?
rupanya dia seorang penjual arum manis (gula yang dibentuk menjadi serpihan atau seperti ranting kecil kecil berwarna merah ) yg keliling desa kampung menjajakan barang buatannya tsb.
“rumah saya di Waru pak, nyewa rumah disana…”, katanya agak gagap.
“trus kesininya gimana pak?”
“naek taksi dari sana, trus kesininya naik truk ato pickup..” ”o0o0o0o”
“asal saya dari ntb pak”
“emang dari mataram?”
” bukan pak,mataram , lombok , dari bali nyebrang lagi…”
“jauh dari praya?” tanyaku agak nyombong, bapak ini ngira aku gak pernah kesana kali, pikirku.
“kalo saya dideket gunung pak” ” deket rinjani ya pak”
“iyah, dua hari jalan udah nyampe puncak” katanya.
dan akhirnya, meluncurlah kisah sedih penuh martabat itu…
dia cerita, kalo dia buruh tani disana. dari tiap ton padi yang dihasilkan, dia dibayar 1 kuintal beras. setiap panen kalo dapet 5 ton, dia dikasih 5 kuintal sama pemilik lahan. lumayan, pikirku. iyah, kalo panennya tiap bulan. disana paling 4 - 5 bulan baru panen. trus disana ongkos macul sehari 20rebu.” lumayan dong pak, disini palingan kan dapet segitu juga” kataku gak tahan menahan rasa ingin tahu. gak mesti sebulan sekali ada pak… katanya . gubrak ! ada rasa agak aneh muncul saat aku ngebayangin…
itu sebab dia memutuskan untuk pergi ke kalimantan ini.
maksudnya mau mencari tanah yg bisa dikerjakan,
menjadi hak miliknya. mau jadi transmigran. ”tapi itu semua hanya ada di jaman suharto pak”
seburuk buruknya suharto, dijaman dia orang bisa punya lahan hektaran, dapet rumah, kebun… sekarang mana ada lagi.
disini dia sekarang bikin arum manis, sehari kira kira dapet 80 rebu.
dipotong ongkos sama modal masih dapet 30 ribuan perhari.
anaknya 6 di kampung sana, 4 orang sudah menikah dan punya anak,
masih ada 2 orang yang dia sekolahkan di aliyah di kampung.
kampung yang melahirkan seorang professor sekarang punya kampus di jakarta , dan seorang ustad lulusan mesir yg sekarang melanglang buana buat berdakwah, beristrikan orang thailand dst…
hampir tak terasa bahwa jalan didepanku penuh lubang dan batu… ceritanya telah membuat lubang di hatiku. akhirnya hampir sampai juga kami di ujung kampung.
“permisi pak, saya turun disini saja” pintanya kepadaku. “loh, ngapain pak? kan masih agak jauh? sekalian aja deh sampai jalan besar ” ujarku sopan. ” nggak, saya masih mau cari daun keladi dulu disini.” “hah? mau diapain?” “ya dimakan pak, dibuat sayur nanti dirumah… ” gubrak kedua!!!! ”iya pak… jadi klo pulang saya selalu nyari sayur, daun, buat dimakan nanti sama tomat dirumah… ”
OMG.
that’s enough. this is too much for me. akhirnya aku berhenti.
dan saat dia turun, aku salamin dia.” terimakasih pak” , kataku. ”loh, saya kan yang harusnya terimakasih” katanya.
disaat aku meresahkan soal tabungan yang gak nambah nambah,
saat aku mikirin gimana nyari duit buat beli ini itu,
saat aku pusing mikirin investasi yang gak ada hasilnya,
masih ada orang yang seperti bapak ini memperingatkanku.
jangan2 dia malaikatNya yang disuruh ngasih tau aku :)
thank God.