February, 2009

kemenangan minggu sore

February 22nd, 2009 February 22nd, 2009
Posted in bola
1 Comment

akhirnya menang dengan bagus.
belon pernah kulihat ada tim sesial persitara jakut di sore ini.
2 penalti gagal, satu peluang one on one bisa dimentahkan, satu tembakan kena tiang,
kayaknya seperti yang sering aku bilang ke temenku klo mereka maen jelek,
rupanya belon keramas setelah abis “maen”… sial :D tapi memang
sore ini adalah penampilan terbaik persiba di musim ini.
setelah tampil tidak meyakinkan diparuh pertama,
dengan membawa korban seorang peter butler,
akhirnya muncul juga pola permainan idaman.
kepercayaan diri mulai muncul, aliran bola mulai lancar,
musafri mulai menggeliat lagi,
kalopun masih muncul salah umpan, salah kontrol, dan salah salah yg laen,
ya memang sebegitulah kemampuan dasar pemaen sepakbola kita…
smoga bisa dipertahankan, smoga tidak ada yang cedera lagi.

bola lagi

February 21st, 2009 February 21st, 2009
Posted in bola, tentang aku
No Comments

menyenangkan sekali

ngeliat orang orang tua berebut bola

setelah seminggu kerja

berebut piring nasi

dia sudah pulang

February 14th, 2009 February 14th, 2009
Posted in lain-lain
1 Comment

nenekku baru saja pulang ke’rumah’.

setelah sekian lama menjalani ‘hidup baru’. seumur hidup dia tidak pernah tinggal diluar tanah kelahirannya. dan pada tahun2 terakhir kehidupannya dia harus hidup jauh dari kampungnya di tempat yang mungkin cuma dia kenal dari namanya ditengah orang2 yang tidak pernah dikenalnya. ironis.

aku tidak tahu apakah aku harus menyesali ketidakmampuan kami untuk merawat dia, paling tidak aku rasa aku belum cukup melakukan sesuatu untuk membalas segala jasa  yang telah dia kerjakan untuk keluargaku. dialah yang mengerjakan segala jenis domestic works di rumah… kelihatannya apa yang dikerjakannya sepele, tapi bisa dibilang, dia pahlawan tanpa tanda jasa bagi kami, bagi adikku yg sangat dimanjanya…

aku tidak tahu apakah dia dapat menikmati hidup di panti, jauh dari rumah, dirawat , berbagi cerita, bahkan berkelahi , dengan orang orang tak dikenal… semoga dia dapat merasakan kegembiraan, kebersamaan, sedikit kemewahan, paling tidak, positive thinking aja, dia merasakan bagaimana dilayani setelah selama hampir seumur hidup dia melayani kami, semoga dia merasa seperti di hotel yang serba bersih, serba rapi, teratur, tanpa harus ngerjain semua sendiri…

seandainya bisa, seandainya memori yang ada masih utuh, bukan hanya penggalan kisah2 terdahulunya, seandainya dirinya masih mengenal aku , masih ingat siapa aku, aku pasti akan tanyakan gimana rasanya tinggal di panti. siapa tahu begitu nyamannya hidup disitu hingga membuat aku pengen juga nanti kalo tua tinggal disitu, tanpa membebani orang di sekitarku, yang penting semua ada yang ngurus, semua ada yang ngatur, terima bersih, serasa di hotel tinggal bayar, so pragmatis :D
dan sekarang dia sudah check-in di hotel lain.

aku yakin, sebab ada tertulis : di rumahNya banyak tempat tinggal, dan Dia telah datang untuk menunjukkan pada kita. aku percaya, ada kamar tersedia untuk dia, karena toh jika kamar sudah penuh, dengan begitu banyak suara mendoakannya, masa Dia tidak tergerak untuk membukakan kamar untuknya ?:D

fuel of life

February 14th, 2009 February 14th, 2009
Posted in tentang aku
1 Comment

saat sekali lagi aku musti menyanyikan lagu kebangsaan…
when i walk thru a storm…when i’m afraid of the dark and i can’t hold my head up high…

setelah pembenaman diri
mengaduk lumpur hati
dan kekeruhan mulai mengendap
pemurnianpun terungkap
seteguk kesadaran
sangatlah menyegarkan
bukan dari hasil teori
apalagi buku buku motivasi

aku butuh Tuhan sebagai penggerak
aku butuh cinta sebagai bahan bakar
aku butuh kebencian sebagai pelumasnya
aku butuh Tuhan
untuk menjalankan mesin kehidupan
aku butuh kebencian
untuk memastikan bahwa hidupku berjalan tanpa penyesalan
aku butuh cinta
untuk memastikan bahwa aku baik baik aja

selalu begitu.
ketentraman yang diberikanNya setelah badainya reda, pencerahan yang muncul setelah itu,resolusi yang datang menyusul, menyebalkan memang. but “life goes on when you miles away” begitu kata band rock taun 90 an.
resolusi kali ini ?
saat tidak ada cinta yang tersedia buatmu dari dunia ini, mintalah kepada sumber cinta, maka kamu akan diberi.dan yang sedikit mengagetkan, setelah diselidiki dengan sedikit hikmat, kebencian membuatku mencapai taraf hidup yang lebih baik.
karena benci akan kekurangan, aku akan mencari lebih
karena benci akan kekalahan, aku akan mencoba untuk menang
karena benci akan seseorang, aku akan mencari orang laen
karena benci akan kerja keras, aku akan bekerja lebih pintar
karena benci akan keberhasilan orang laen, aku akan mencoba berhasil
dst.
someday maybe someday, i’ll find out that i was wrong.
tapi sekarang, sepertinya aku tidak akan menyesal.

sudah menjadi biasa

February 8th, 2009 February 8th, 2009
Posted in tentang dia
1 Comment

seperti biasa
selalu ada jawaban disana
membuatku tak dapat melarikan diri darimu

seperti biasa
selalu ada tawa yang kau suguhkan
membuatku mampu menghabiskan malam sendirian

kau beri jawaban yang bagus, bukan yang terindah
kau suguhkan hidangan yang enak, bukan yang termahal
kau beri itu semuanya, cukup.
and I won’t share myself with you.

the wiro

February 6th, 2009 February 6th, 2009
Posted in lain-lain
1 Comment

Tidak setiap saat disadari

betapa kuatnya rantai logika

hingga bisa memenjarakan pikiran

diikatnya imajinasi sampai tak bisa lari

ibarat rumput dipadang, logika tumbuh demikian tinggi

begitu tinggi,

hingga imajinasi tak mampu melompatinya

begitu rapat,

hingga imajinasi tak bisa melihat cakrawala

betapa menyedihkan

jika imajinasi yang notabene adalah pemakan rumput nyaris mati di tengah padang

loepa

February 1st, 2009 February 1st, 2009
Posted in tentang aku
1 Comment

aku lupa
gimana caranya tidur siang
gimana nikmatnya tiada tekanan
betapa indahnya mentari sore hari
betapa segarnya angin senja
atau bau rumput lapangan merdeka

gimana caranya tidur siang
jika pisau tajam selalu mengejarmu
gimana menikmati hidup
jika kerikil selalu menghujam tiap langkahmu
dimana bisa melihat mentari
jika tembok dan asap tebal selalu melingkari

saat aku dambakan angin senja
kaca hitam yang menyelimutiku
saat aku merindukan bau rumput
bau kertas membungkamku

( keluh )