dia sudah pulang
nenekku baru saja pulang ke’rumah’.
setelah sekian lama menjalani ‘hidup baru’. seumur hidup dia tidak pernah tinggal diluar tanah kelahirannya. dan pada tahun2 terakhir kehidupannya dia harus hidup jauh dari kampungnya di tempat yang mungkin cuma dia kenal dari namanya ditengah orang2 yang tidak pernah dikenalnya. ironis.
aku tidak tahu apakah aku harus menyesali ketidakmampuan kami untuk merawat dia, paling tidak aku rasa aku belum cukup melakukan sesuatu untuk membalas segala jasa yang telah dia kerjakan untuk keluargaku. dialah yang mengerjakan segala jenis domestic works di rumah… kelihatannya apa yang dikerjakannya sepele, tapi bisa dibilang, dia pahlawan tanpa tanda jasa bagi kami, bagi adikku yg sangat dimanjanya…
aku tidak tahu apakah dia dapat menikmati hidup di panti, jauh dari rumah, dirawat , berbagi cerita, bahkan berkelahi , dengan orang orang tak dikenal… semoga dia dapat merasakan kegembiraan, kebersamaan, sedikit kemewahan, paling tidak, positive thinking aja, dia merasakan bagaimana dilayani setelah selama hampir seumur hidup dia melayani kami, semoga dia merasa seperti di hotel yang serba bersih, serba rapi, teratur, tanpa harus ngerjain semua sendiri…
seandainya bisa, seandainya memori yang ada masih utuh, bukan hanya penggalan kisah2 terdahulunya, seandainya dirinya masih mengenal aku , masih ingat siapa aku, aku pasti akan tanyakan gimana rasanya tinggal di panti. siapa tahu begitu nyamannya hidup disitu hingga membuat aku pengen juga nanti kalo tua tinggal disitu, tanpa membebani orang di sekitarku, yang penting semua ada yang ngurus, semua ada yang ngatur, terima bersih, serasa di hotel tinggal bayar, so pragmatis ![]()
dan sekarang dia sudah check-in di hotel lain.
aku yakin, sebab ada tertulis : di rumahNya banyak tempat tinggal, dan Dia telah datang untuk menunjukkan pada kita. aku percaya, ada kamar tersedia untuk dia, karena toh jika kamar sudah penuh, dengan begitu banyak suara mendoakannya, masa Dia tidak tergerak untuk membukakan kamar untuknya ?:D
February 17th, 2009 at 10:12 am
Dulu bini ku pernah bilang; “Kita semua pada akhirnya akan sendirian, baik yang ditinggalkan maupun yang meninggalkan”. (11 Januari 2002)
PS: I will see you in the next life.