fuel of life
saat sekali lagi aku musti menyanyikan lagu kebangsaan…
when i walk thru a storm…when i’m afraid of the dark and i can’t hold my head up high…
setelah pembenaman diri
mengaduk lumpur hati
dan kekeruhan mulai mengendap
pemurnianpun terungkap
seteguk kesadaran
sangatlah menyegarkan
bukan dari hasil teori
apalagi buku buku motivasi
aku butuh Tuhan sebagai penggerak
aku butuh cinta sebagai bahan bakar
aku butuh kebencian sebagai pelumasnya
aku butuh Tuhan
untuk menjalankan mesin kehidupan
aku butuh kebencian
untuk memastikan bahwa hidupku berjalan tanpa penyesalan
aku butuh cinta
untuk memastikan bahwa aku baik baik aja
selalu begitu.
ketentraman yang diberikanNya setelah badainya reda, pencerahan yang muncul setelah itu,resolusi yang datang menyusul, menyebalkan memang. but “life goes on when you miles away” begitu kata band rock taun 90 an.
resolusi kali ini ?
saat tidak ada cinta yang tersedia buatmu dari dunia ini, mintalah kepada sumber cinta, maka kamu akan diberi.dan yang sedikit mengagetkan, setelah diselidiki dengan sedikit hikmat, kebencian membuatku mencapai taraf hidup yang lebih baik.
karena benci akan kekurangan, aku akan mencari lebih
karena benci akan kekalahan, aku akan mencoba untuk menang
karena benci akan seseorang, aku akan mencari orang laen
karena benci akan kerja keras, aku akan bekerja lebih pintar
karena benci akan keberhasilan orang laen, aku akan mencoba berhasil
dst.
someday maybe someday, i’ll find out that i was wrong.
tapi sekarang, sepertinya aku tidak akan menyesal.
February 17th, 2009 at 10:30 am
padahal sekitar sebulan yang lalu kamu pernah bilang, “kalau semua tergantung hukum alam!” sampai akhirnya pembahasan kita lari ke ras draconian sebagai kekuatan superior semesta! rasanya saat itu aku ingin menelpon pendeta-pendeta kharismatik kenalan ku untuk memenggal kepalamu di depan toko buah terminal BP!